Bagaimana Tuhan berkomunikasi dengan makhluk-makhlukNya? Dia menurunkan empat kitab suci ke muka bumi dengan rentang waktu dan zaman yang berbeda. Begitulah firman-firman yang termaktub dalam ayat-ayat qauliyah. Sang Mahabahasa memberi kemudahan kepada ciptaanNya untuk mengenali dalam dan luar dirinya dengan tanda-tanda. Seluruh jawaban disediakan dalam bentuk ayat-ayat kauniyah. Begitu juga peristiwa yang memiliki makna di baliknya.

Bagaimana makhluk-makhluk mengomunikasikan maksud kepada sesama dan semesta? Manusia yang hidup sebelum masehi, sering mengukir simbol-simbol pada dinding gua. Hal ini dikuatkan dengan penemuan lukisan tertua pada dinding gua tua chauvet yang di tulis pada 30.000SM, (Frans Deko Saputra, 2015).

Mereka semacam memberi tanda terhadap perkembangan pada masa itu. Barangkali, mereka pun belum berpikir bakal ada masa depan. Para penghuni setelah mereka lebih cerdas dan cergas. Mungkin juga terdapat sungai atau labirin di bawah permukaan kesadaran mereka yang menghubungkan masa itu dengan masa depan. Sehingga, manusia era berikutnya meneliti latar belakang penciptaan dan peninggalan. Hal tersebut kemudian dijadikan rujukan untuk melengkapi berbagai ilmu pengetahun.

Manusia menangkap peristiwa dengan menggunakan seluruh indra; penglihatan, pendengaran, perasaan. Sebab diberi kelebihan berpikir, Jean-Francois Lyotard beranggapan bahwa kompleksitas manusia tidak semata tergambar dalam kemampuannya untuk mengatur dan menempatkan dirinya sebagai suatu medium, sebagai suatu organ, atau sebagai objek, melainkan juga terlihat dari kemampuannya untuk mengabstraksikan dirinya sendiri dan kemudian meletakkannya dalam seperangkat penjelasan kompleks penjelasan sebab-akibat dan perhitungan. Menurut Cassirer, manusia adalah animal symbolicum, atau binatang yang menghidupi dan dihidupi. Dunia manusia adalah dunia yang diciptakan melalui bentuk-bentuk simbolik dari pemikiran manusia, yang bisa kita temukan pada linguistik, pendidikan, sains, dan seni. Dalam ilmu pengetahuan, yang disebut ontologi (ilmu tentang ada, atau being) dan epistimologi (pengetahuan atau cara mengetahui) merupakan kecerdasan membaca tanda. Misal, Fleming menjadi penemu penicilin karena sebuah peristiwa ketika membersihkan laboratoriumnya dan menemukan bahwa jamur penicilium telah mencemari salah satu eksperimen lamanya. Newton menemukan gaya gravitasi karena peristiwa apel jatuh. Teori Darwin yang berhasil menggabungkan teori lama dengan yang baru tentang evolusi manusia. Atau, Archimedes yang menenggelamkan kapal Romawi dengan menggunakan panas matahari, (Yasraf, 2017: 140).

Bagikan Ini
1
2
3
4
5
BAGIKAN
Berita sebelumyaDETIK-DETIK SAMPURASUN (Bagian 3)
Berita berikutnyaKOPI, BUKU, FILM, DAN MUSIK DALAM SATU CANGKIR
Berpikir ulang tentang sebuah gerakan; tujuan bertualang adalah pulang. Kota Tujuh Stanza, Sepucuk Surat dari Sunyi, dan Saung Langit Comic adalah anak-anak pikirannya yang lahir berurutan dalam rentang waktu yang tidak sebentar. Sungguh-sungguh menempuh perjalanan panjang hingga kembali pulang ke dalam diri.

Tinggalkan Balasan