Menata masa depan itu tidak cukup berbekal secarik kertas ijazah, tetapi perlu mengimani keyakinan untuk memilih jalannya. Perlu mengalami gradasi, kegagalan, dan kemudian mengatur strategi lain agar tidak kembali pada jurang yang sama. Bergurulah pada Thomas Alva Edison yang beribu kali gagal selama percobaaan hingga menemukan lampu yang menerangi dirinya dan orang lain. Bahkan, orang-orang yang menikmati cahaya lampu hari ini harus berterima kasih kepada dirinya dan orang-orang sebelumnya.

Jiwa muda terkadang tidak terkendali karena ingin melakukan percobaan yang berisiko tinggi. Terkadang, rencana yang kurang tertata dapat menutup celah-celah masa depan yang seharusnya cerah. Terkadang, beralibi atas nama hak yang ditafsirkan keliru demi menggugurkan kewajiban-kewajiban. Bukan berarti pilihan Amin Muharom yang menggunakan uang kuliah untuk membeli kamera pada tahun 2010 itu adalah keputusan salah. Meskipun, ia berhenti kuliah pada semester tiga dan kemudian lebih memilih jalan fotografi.

Menyukai fotografi mulai duduk di bangku sekolah menengah pertama, pada tahun 2004. Sungguh-sungguh belajar pada fotografi justru pada tahun 2009. Sangat menyukai suatu momentum untuk diabadikan dalam kenangan di kemudian hari. Hingga kemampuannya terasah dan lebih berhasrat pada foto makro dan astro.

Menurut pengakuan lelaki berusia 27 tahun itu, Photogrphy Forum Tasikmalaya yang ditemukan di facebook mengantarkannya pada perkenalan dengan Fiat Bagus Purnama,Firman Ochim, dan yang lainnya. Ia belajar dan diskusi kepada mereka yang lebih dulu menggeluti fotografi di tanah kelahirannya. Mulai sering berkumpul, diskusi, dan saling memberi masukan di basecamp Citapen. Kamera pertama yang dibeli dari uang kuliah, yaitu merk Sony A 230, dengan harga Rp. 2.700.000,-.

Awal-awal untuk memenuhi kepuasan dan hobi yang pada akhirnya benar-benar yakin mengasah kemampuan fotografi. Mencoba peruntungan nasib dengan bekerja di Amira Studio, pada tahun 2011/2012. Ia sempat diajak kerja sama oleh Fiat bersama Raizal ke Bali, pada tahun 2013. Sebelumnya, ia memiliki studio sendiri “Bogalana Photo” yang dibangun bersama Tomi dan Edi. Ia terus mencoba mengatur tempo dan irama keyakinannya pada fotografi hingga melamar ke Dave Design sebagai pengurus dan fotografer bersama Muhammad Agung, pada tahun 2013. Tidak disangka-sangka, ia dipercaya memegang sebagian saham Dave Design yang pada akhirnya menjadi salah seorang owner-nya, pada tahun 2017. Sekarang, ia merintis brand baru bernama “Quixotic”, mulai tahun 2017.

Terlibat dalam garapan Raamfest sebagai fotografer The Little Lizard yang menggubah lagu “Berguru pada Jarak”. Konsep foto dan lokasi, The Lizard sendiri yang menentukan, pada september 2017 . Mulai mengambil gambar di terowongan hingga Situ Gede. Jadwal pengambilan gambar terkendala waktu karena persiapan terlalu siang. Cahayanya terlalu terang sehingga tidak sesuai dengan konsep awal. Jika idealnya, harus sepagi mungkin untuk memperkuat suasana yang sedikit gelap.  Namun, kendala tersebut dapat diatasi dengan teknik berbeda. Feel cahaya ditempatkan pada bagian belakang yang awalnya disimpan di bagian depan.

Dapat terlibat dalam garapan Raamfest ketika dikabari Fiat karena membutuhkan tim fotografer untuk salah band album kompilasi “Satu Frekuensi”. Sebenarnya, Amin berada di luar kota, tetapi demi sebuah mahakarya bersama, ia pun pulang ke kampung halaman. Pertama kali memilih band, ada dua pilihan; The Litlle Lizard atau RIM karena telah mengenal setiap personilnya.

“Ada kebanggaan tersendiri bisa berkontribusi dalam karya kolaborasi  ini,“ kenangnya ketika mengutarakan kesan dalam wawancara bersama Jojo.  Ia berharap agar kesuksesan acara berlanjut hingga Tasikmalaya semakin jaya dan mendunia. Anak-anak muda Tasikmalya tidak kalah juara dengan anak-anak muda  kota-kota lain di Indonesia .

“Semoga Raamfest tidak hanya untuk sesaat saja, tapi terus berkembang biak dengan ide-ide gokilnya,” pungkas Cepamin, panggilan akrabnya.

Terkadang, memilih jalan keyakinan semacam Musashi yang memilih jalan pedang dengan terus menebas pertarungan-pertarungan. Mengimani keyakinan memang pasang-surut, tetapi ketika keadaan gelombang telah tenang, tinggal menikmati desir angin dan desau demaun kelapa di tepi pantai.

Reportase; Jojo,

Disunting; Vudu,

Dokumentasi Amin Muharom (@cepamins).

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.