About

RaamFest | Adalah sebuah gerakan yang dipelopori oleh berbagai kalangan Anak Muda Tasikmalaya.

Membiarkan Cahaya Masuk Melalui Pintu Rumah Digital

Mengalirkan darah kreativitas anak muda yang mendidih ke muara raamfest.com adalah cara lain dalam menampung karya-karya mereka yang buncah.  Kata “Raamfest” merupakan akronim dari Ruang Anak-anak Muda Festival yang frekuensi kegelisahannya terus bergelombang tanpa henti. Mereka sering mencari sebuah tempat yang menurut nalurinya sebagai ruang yang tepat. Terkadang ke luar dari rumah untuk bertemu dengan siapa pun yang merangkulnya. Christoper Morgenstern menganalogikan dalam konteks ini, yaitu siapa pun merasa nyaman di tempat di mana pengertian satu sama lain terjalin, bukan di mana rumah seseorang berada. Kata kunci dunia anak muda adalah solidaritas dan egaliter. Mereka akan bertahan hinggi titik batas jika telah merasa terhubung dengan siapa pun.

Berawal dari kegelisahan segelintir anak muda yang kemudian ditanggapi kawan-kawannya untuk membangun markas digital mulai dari nol. Mereka cenderung cepat merespon peristiwa yang terjadi di hadapannya. Bekal energi yang melimpah, membuat dirinya tidak betah diam dan terus bergerak. Kata raamfest dengan penjelasan di atas kemudian diakronimkan dengan tafsir yang senafas dengan ReAction A Movement Festival. Reaksi anak-anak muda terhadap sebuah pergerakan sangat tanggap dan cepat. Oleh sebab itu, laman yang dipersembahkan untuk mereka diharapkan dapat membuat nyaman berekspresi di sebuah rumah digital. Menabungkan seluruh karya-karya dalam bentuk multidimensi, sehingga dapat menginspirasi anak-anak muda di belahan dunia lain.

Sedang ruh semangatnya diambil dari kata “Rampes” yang telah menjadi budaya orang Sunda ketika tuan rumah menjawab salam dari tamu. Sang tuan rumah membukakan pintu dan menyilakannya ke dalam tempat singgah. Sang tamu adalah raja yang dilayani tuan rumah dengan menghidangkan segala macam isi yang dimiliki. Sebagaimana dalam membuka pintu rumah, cahaya dengan leluasa masuk ke dalam ruang. Udara pun mengikuti sebagai cadangan oksigen yang dapat menyegarkan nafas kehidupan siapa saja yang berada di dalamnya. Unsur-unsur semesta hadir dalam percakapan, aktivitas, dan keselarasan. Inilah harapan yang barangkali dapat menjadi salah satu ceruk anak-anak muda kreatif. Tentu saja dimulai dari sebuah kota kecil bernama Tasikmalaya yang diharapkan dapat memberi kabar gembira, segar, dan berwarna.

Logo dirancang dengan warna biru yang bermakna memiliki kesan luas, stabil, sejuk, dingin, dan relaksasi pada ruangan. Secara medis, penggunaan warna biru dapat meningkatkan konsentrasi, mengatasi rasa cemas, tekanan darah tinggi, migrain, bahkan insomnia. Selain memiliki hubungan profesionalitas, kecerdasan, kepercayaan diri, dan simbol kekuatan, juga berasosiasi dengan sikap dingin, keras kepala, tidak ramah, dan kurangnya empati. Sedang warna magenta yang memadukan antara warna merah dan ungu, memiliki makna yang terkandung dalam warna magenta; yaitu memiliki semangat, kekuatan dan keseimbangan yang dipantulkan ultraviolet. Keseimbangan yang dimaksud dalam aspek fisik, mental, spiritual ataupun emosional. Filosofi perubahan atau transformasi dari rasa ketidakbahagiaan, frustasi dan marah menjadi kearah yang lebih baik, (Salamadian: 2017).

Karakter anak-anak muda yang cenderung mengikuti nalurinya, tidak pernah mengenal rasa takut. Bertarung dengan kepenasaranan yang diyakini dapat mengarahkan pada jalan pilihannya. Kutipan menarik yang dikatakan Lily Sullivan yang berperan sebagai Amie dalam film “Jungle” dan disutradarai Greg McLean, yaitu kebebasan manusia yang terakhir adalah memilih jalannya sendiri. Mereka bukan makhluk liar, hanya perlu dukungan dari berbagai pihak, baik secara moral, material, dan immaterial. Terkadang, intervensi membunuh kreativitas spiralnya. Sebab pencarian yang mereka jalani masih dalam pematangan bentuk ideal.

Pada logo raamfest yang berbentuk segitiga, terdapat segitiga-segitiga lain di dalamnya. Jika dilihat dari setiap segi, sebenarnya segitiga yang berada di dalam adalah sebuah labirin. Banyak pintu untuk menuju jalan ke luar atau ke dalam sebagai ilustrasi karakter anak muda yang memiliki solidaritas tinggi antarteman. Lebih mengutamakan kepentingan bersama, ketimbang pribadinya. Oleh sebab itu, memberi jalan adalah cara mereka saling memberi kesempatan.

Kesempurnaan itu muskil, tetapi masih mungkin jika dilakukan bersama-sama. Sebagaimana para leluhur mewariskan gerakan dengan istilah gotong-royong. Sebuah pesan mulia yang diharapkan sampai pada generasi milenial, menafsirkan istilah tersebut dalam kehidupan nyata dan maya.

 

Bagikan Ini