Kehebatan sebuah karya adalah kualitas dan respon positif dari penikmatnya, baik pengaruh kuatnya terhadap masyarakat luas atau hasil penjualannya yang sukses di pasaran. Kekuatan itu menjadi modal untuk sebuah karya inspirasi. Namun hal itu tidak akan terjadi tanpa produktivitas.

Berikut ulasan saya pada 7 grup musik internasional yang masih aktif dan produktif menginspirasi lewat karyanya:

  1. Depeche Mode

Grup musik asal Inggris yang baru saja diumumkan sebagai salah satu nominasi Rock and Roll Hall of Fame tahun 2018. Pionir musik elektronik paling konsisten berkarya dan juga memberi pengaruh. Mereka berkecimpung di dunia musik hampir empat dekade. Banyak album juga telah mereka luncurkan. Empat belas album menjadi pembuktian grup musik yang terbentuk di Basildon, Essex, pada tahun 1980. Pengaruh mereka untuk pelaku musik modern terdengar di album-album hasil proses kreatif band seperti Korn, Marilyn Manson, Muse, Coldplay, bahkan penyanyi wanita fenomenal Lady Gaga.

  1. Metallica

Pada kenyataannya, hampir seluruh penikmat dan pelaku musik metal terinspirasi oleh grup musik ini. Mereka benar-benar mengubah paradigma musik metal dalam dunia industri musik. James Hetfield, Lars Ulrich, Kirk Hammet, dan Robert Trujillo belum melemparkan handuk putih dalam berkarya. Terakhir, album mereka berjudul Hardwired… to Self-Destruct yang dirilis pada tahun 2016, menunjukkan kegarangannya. Pengaruh karya mereka terasa di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Komposisi musik mereka sering menjadi bahan inspirasi untuk setiap band metal hingga saat ini.

  1. Queens of The Stone Age

Josh Homme sang frontman yang cukup kontroversial, seperti tidak pernah kehabisan ide dalam pembuatan musik untuk band rock asal California, Amerika. Mesin riff gitar band yang telah menelurkan 7 album ini adalah faktor utama bendera Queens of The Stone Age tetap berkibar di peta Rock & Roll dunia. Album Era Vulgaris yang diluncurkan pada tahun 2007 menjadi salah satu album rock paling inovatif  QOTSA. Terutama untuk dinikmati dan baik juga untuk “diresapiilmu pengemasan musiknya bagi pelaku musik modern.

  1. Foo Fighters

Hadir pasca kematian Kurt Cobain dan Nivana yang terlebih dahulu menjadi legenda Foo Fighters. Sempat menjadi bahan kritikan penggemar setia band grunge asal Kota Seattle, pada akhirnya mampu berdiri sejajar dengan pendahulunya. Aktivitas dan kontribusi untuk dunia musik tidak hanya berpengaruh untuk penggemar musik rock saja. Akan tetapi, telah menyita perhatian komunitas musik mainstream. Dave Grohl, sang vokalis sekaligus gitaris dengan pengetahuan dan ilmu yang dipelajarinya sejak menjadi drummer Nirvana. Ia mampu melakukan terobosan di setiap album Foo Fighter. Album yang rilis tahun 2005 berjudul “In Your Honor” telah menjadi album inovatif mereka untuk warisan industri musik dunia.

  1. Red Hot Chilli Peppers

Nyentrik, slengean, dan ekspresif merupakan tiga kata untuk menyimpulkan band yang satu ini. Dibentuk pada tahun 1983 di Kota Los Angeles ini masih belum kelihatan untuk “pensiun” dari dunia musik. Sepeninggal John Frusciante pada Juli 2009, tidak menghentikan aktivitasi band yang telah memberi banyak inspirasi untuk band seperti Limp Bizkit dan Linkin Park. Kehadiran Josh Klinghoffer untuk mengisi posisi yang ditinggalkan John telah menghasilkan 2 album. Tanpa mengurangi kekuatan yang telah dibangun gitaris sebelumnya. I’m With You dan The Gateway hasil proses kreatif band bersama Josh yang tetap memberi inspirasi untuk dunia musik.

  1. Korn

The Serenity of Suffering bukan hanya lahir dari grup musik yang diprediksi menjadi legenda masa depan. Akan tetapi, pengaruh yang disebarkan mereka lewat album itu sangat sulit dilupakan. Ketika jiwa old school Korn yang “sedikit” kompromi dengan pasar musik, menjadi komposisi paling berat dan sedap untuk dinikmati. Album yang muncul di tahun yang sama dengan Hardwired… to Self-Destruct milik Metallica ini menunjukan kemampuan Korn untuk bertahan dan tetap menjadi acuan untuk musisi-musisi muda saat ini.

  1. Slipknot

Grup musik yang satu ini tidak hanya konsisten, tetapi terus membuat percobaan musik yang selalu menjadi daya tarik bagi penikmat musik cadas. Band yang lahir di masa transisi, yaitu jembatan musik era 90an yang bernuansa metal modern yang memunculkan sub genre dari metal itu sendiri. Rap metal, alternative metal, folk metal, metalcore, dan juga nu metal merupakan genre yang disebut terakhir, menjadi area kekuasaan Slipknot. Album yang terakhir mereka rilis .5: The Gray Chapter cukup menyajikan komposisi musik brutal dengan harmonisasi yang indah. Konsistensi mereka di dunia musik hingga saat ini membuat mereka laik dinobatkan sebagai salah satu grup musik yang akan terus memberi pengaruh pada generasi berikutnya. (Cesar Akbar A)**

alt
Berbagai Sumber

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here