“I’m probably more famous for sitting on the toilet than for anything else that I do.”

(Frank Zappa, Interview on Nationwide, 1 July 1983)

The Toilet Poster karya Robert Davidson dalam artikel International Times tahun 1967, mengabadikan musisi legendaris Frank Zappa yang duduk di toilet. Nuansa psychedelic dan ornamen grafis Jugendstil itu kembali ‘dihidupkan’ dalam kepala dua anak muda dengan sentuhan cita rasa lokal.

Kolaborasi jepretan Cepamins dari quixotic dan ilustrator Rizki Koko mengulangi ritual jongkok ala Zappa dalam artwork stensilan bergaya zine yang merupakan singkatan dari fanzine; media alternatif anak muda dalam merayakan kebebasan. Seorang pemuda berbalut jaket, jeans dan sepatu boots. Tangan kiri pada leher gitar dan tangan kanan memegang selembar foto sambil duduk di atas closet. Ruang tertutup, tempat ia menjadi dirinya sendiri, melepaskan life pressure atau sekadar daydreaming. Ruang celoteh yang mengubah dinding menjadi dairybook, coretan tangan dari mulai pertanyaan purba tentang ‘siapa aku’, tulisan konyol, gambar hati retak, dan kutipan lirik lagu yang memenuhi seluruh dinding.

Melalui toilet, place where great ideas was born dan pose sakral yang dipercaya menjangkar moment eureka bagi The Little Lizard, band dengan formasi Car Alitsanjaya (vocal), Ivansaripan (Gitar), Addy Budiyawan (Bass) dan Rian (Drum). Sebuah band dari Tasikmalaya yang memadukan blues rock, garage dan psychedelic. Membisikkan mantra yang memabukkan ala Jimmo dan Zappa dalam lagu “Berguru Pada Jarak” sebagai track pembuka album kompilasi “Satu Frekuensi”. (Sys W)*****

alt
Ilustrator Rizki Koko (@rizki.koko)

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here