Remaja, kau membuat jalan dengan melewatinya. Setiap kau merasa tersesat dalam duniamu. Apakah karena terlalu banyak pintu lorong tak berujung, seperti labirin yang dibuat oleh Daedalus untuk Raja Minos di Istana Knossos?

Remaja, apa yang kau lakukan selain menghabiskan hidup dalam labirin duniamu? Tidak, kau mulai mengumpulkan setiap bulu angsa, helai demi helai. Membuat sayap dan merekatkannya dengan lelehan lilin. Lalu kau ingin terbang begitu yakin. Maka, terbanglah! Terbang menyapa masamu. Memenuhi rasa ingin tahumu. Terbanglah lebih jauh lagi! Lebih lama dan lebih tinggi lagi. Jangan biarkan ada yang menyusulmu! Biarkan apa pun ada di bawahmu.

Kau tak puas hanya terbang dari kota ke kota lain. Kau lebih memilih menentang matahari sebagai pencapaian, menentang semua hal di luar dirimu, menetapkan batas, merasakan kebebasan penuh untuk menjadi insane yang merdeka.

Dengan kepakkan sayap-sayapmu, hinggaplah pada bahu tujuanmu! Menjadi Ikarus yang terjatuh dari langit setelah mencium matahari. Sayapmu terbakar, meleleh, kau hangus lalu tubuhmu menghantam laut dengan senyum, mengakhiri dongeng yang kau wariskan kepada penerusmu. (Syswandi)****

alt
Ilustrator Leo Ruslan Aryandinata

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here