Ralf, seorang pelukis yang kemudian menjadi celah seorang Maria ke luar dari kehidupan bawah tanah; prostitusi. Di antara lalu-lintas kehidupan pelacuran, Maria menemukan cinta sejati dari seorang pelukis dalam waktu sekejap, hanya sebelas menit.

Maria, seorang perempuan yang berasal dari pedalaman Brazil dan hanya memiliki satu gedung bioskop, satu kelab malam, dan satu bank. Ia berkhayal mendapatkan seorang pemuda idaman yang tampan, kaya, dan cerdas. Sebuah pedalaman yang cukup jauh dari keriuhan dan gemerlap ibu kota yang tidak pernah tidur selama 24 jam.

Perempuan yang memiliki nama suci seperti ibu nabi ini mengalami jatuh cinta pada usia belasan tahun. Pada hari pertama suatu semester, ia berjalan menuju sekolah dan mendapati seorang anak lelaki yang bertetangga dengannya menuju arah sekolah yang sama. Namun, mereka tidak pernah mengobrol. Anak lelaki itu membuat Maria merasakan getaran yang membuat wajahnya merah padam. Setiap berjalan menuju arah jalan ke sekolah, Maria seperti menjemput kebahagiaan.

Tiga tahun berlalu, Maria mulai belajar geografi dan matematika, termasuk menonton telenovela-telenovela di televisi. Ia menyempatkan diri membaca majalah erotik yang baru baginya di sekolah dan mulai menulis di buku harian tentang kehidupannya yang membosankan. Pada usia lima belas tahun, ia jatuh cinta kepada seorang pemuda yang dikenalnya dalam acara prosesi Minggu Suci. Ia tidak ingin mengulangi kesalahan pada usia belasan tahun ketika seorang anak lelaki tetangganya menggetarkan keremajaannya. Maria mulai mengobrol dengan lelaki yang dikenalnya itu, sering pergi bersama ke bioskop dan pesta.

Maria memiliki perasaan seperti pengalaman cinta pertamanya dulu bahwa cinta dikaitkan dengan ketidak hadiran orang yang dirindukannya. Maria mengungkapkan keinginannya untuk menikah muda seperti ibunya. Namun, ibunya memberi pengertian agar tidak melakukannya, perdebatan pun terjadi. Ibunya tidak dapat menjelaskan bahwa pernikahan terjadi karena kecelakaan masa muda, sehingga terpaksa ke pelaminan dengan laki-laki yang kemudian dipanggil Maria, “Ayah”.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.