Dalam kondisi normal, sebuah sajak yang ditulis, bersumber dari seseorang dengan kualitas dan kuantitas empirisnya. Ia adalah seniman pencipta yang mandiri utuh dan berdiri dalam ruang sunyi, tapi bagaimanakah menyampaikan sebuah sepi menjadi hening?

Membaca sajak karya Lupy Agustina dan Qiny Shonia adalah kembali menjadi makmum untuk kemudian patuh mengikuti gerak imam dalam tatacara kepenulisan dewasa ini. Entah mengenal mereka dari mana dan dengan alasan apa. Sajak-sajak yang ditulis mereka seolah memberikan ruang lalu. Memaksa untuk kembali mengelupasi segala macam lendir kata-kata. Cepal dan acapkali anyir.

Di dalam sajaknya. Qini dan Lupy menulis banyak sekali umpatan yang disembunyikan rasa kaku dan ambigu. Lagi lagi tentang hening. Tetapi tidak menjadikan apa-apa selain sepi. Ini menjadi semacam jalan bagi pembaca untuk menelikung imajinasi dari sisi hayal yang lelaki. Apa mungkin si penulis berwatak galak atau tanda tanya. Tetapi sangat tidak penting diujar sejajarkan dengan bahasa paling kasar dalam unsur pameotisme. Secara Typography, barangkali dalam ulasan lain akan dibahas secara mendasar agar bisa dijadika rujukan. Bagaimana menulis bisa menjadi sedemikan puitis.

Sebab, mungkin hanya sebatas keakuanku

juga keakuanmu berbicara

Berlomba menyelamatkan diri akan rapuh

hingga luruh…”

##

Apa yang salah dengan mencintai dalam hening

tanpa doa bila Tuan menyambut mesra

sampai yang datang jua hilang

menepi debu-debu petang

Dua sajak ini sangat pelik tetapi mudah diretas. Persoalan akan selesai jika sudah melibatkan Tuhan. Konon seperti itulah kata sang kyai. Mari kita lihat sajaknya Lupy!

Seharusnya kau bisa mendengar Tuhan

dalam embun yang ditinggalkan hujan di atas dedaun, sisa hujan semalam.

Barangkali ia punya jawab atas doa-doa yang kau lantunkan malam tadi

yang disertai rintik dan tangis, juga gerak jemari di atas papan handphonemu.

*Ulasan Tony Lapayet.

REVIEW OVERVIEW
review
SHARE
Previous articleSisa Hujan Semalam (Sekumpulan Sajak)
Next articleBancak!

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.