Satu hari sebelum merayakan Hari Pendidikan Nasional, medium.com, salah satu platform micro blogging yang cukup banyak penggunanya diblokir Kemkominfo. Berawal dari kicauan @InsideErick di Twitter mengenai pemblokiran Medium, saya mencoba mengaksesnya kembali. Hanya layar putih tanpa tampilan apa pun yang tersedia saat membuka aplikasi. Begitupun saat diakses melalui browser. Tidak ada tanda-tanda laman yang dikunjungi akan menyambut baik. Sebagian besar pengguna operator telekomunikasi dan jasa penyedia layanan internet tertentu pun mengalami hal serupa. Meski sebagian lain masih bisa mengunjunginya dengan aman.

Bukan kali pertama, situs bergizi lain seperti Tumblr dan Reddit sebelumnya telah diblokir pemerintah. Alasannya karena banyaknya konten negatif yang tersedia. Padahal, konten positifnya pun tidak kalah banyak. Beberapa kawan yang berkecimpung di dunia kreatif sebagai pengguna setia Tumblr bahkan harus kehilangan portofolio yang sudah disusun sedemikian rupa. Pun para penulis yang menjadikan Tumblr rumah kedua. Juga para desainer atau mereka yang membuat moodboard dengan Tumblr sebagai sumber inspirasi. Bagi para penikmat Medium, tentu saja kekecewaan tidak bisa disembunyikan. Tidak lupa perihal diblokirnya Medium ini saya tanyakan langsung pada akun @Kemkominfo. Tentu saja, tidak ada tanggapan sama sekali. Setelah berusaha mencari sebab diblokirnya situs bacaan bergizi dan gratis ini, saya hanya bisa menghela nafas panjang.

Dari kicuan seorang editor, jurnalis, sekaligus blogger Aulia Masna @amasna malam tadi, penyebab pemblokiran sementara Medium karena adanya pengaduan domain di laman TRUST Positif Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo). Terdengar miris,  karena sebagai pengguna Medium tidak pernah saya jumpai satu pun sebuah konten negatif. Medium menjadi salah satu situs yang justru menyajikan banyak bacaan berfaedah. Mulai dari teknologi, seni dan hiburan, industri, ekonomi, psikologi, budaya, sejarah, dan lain-lain yang sangat melimpah dan informatif. Serta ada benefit lain jika menjadi pengguna premium, yakni bisa mengakses publikasi- publikasi tertentu. Banyak wawasan inspiratif yang bisa kita pilih sesuai minat kita sebagai vitamin otak yang ranum untuk dibaca saat menunggu jeda. Saat berkereta, saat terjebak macet ibukota, atau sekedar menikmati sore dengan segelas kopi di meja.

Selain itu, Medium menjadi sebuah media digital dalam menulis. Tampilannya yang mengusung konsep clean, simple, minimalist adalah surga bagi orang-orang yang menyukai dunia kepenulisan tapi sedikit enggan dalam perihal mengurus layout sebuah blog atau website. Lagi, dengan setting yang lebih singkat dan sederhana jika dibandingkan dengan situs blogging lainnya. Fitur comment, clap dan recommend pun disediakan untuk berinteraksi sesama pengguna Medium lainnya. Meski tidak semua orang memilih Medium sebagai rumah untuk tulisan-tulisannya karena alasan seperti itu. Bagaimanapun, setidaknya kita berusaha untuk terus menulis.

Pemblokiran Medium ini ternyata hanya sementara. Tadi pagi, tepat dengan Hari Pendidikan Nasional, Medium sudah bisa diakses kembali. Entah apa sebabnya, tetapi sangat disayangkan jika media informatif seperti Medium di internet harus ditutup. Jika situs sekelas Medium saja tidak bisa diakses, bagaimana dengan nasib situs- situs lain selanjutnya? Bagaimana dengan masyarakat Indonesia yang ingin terus meng-upgrade skill dan ilmunya di tengah persaingan dan inovasi digital yang semakin hari semakin canggih? Lagi- lagi, peningkatan mutu pendidikan bukan hanya dari buku-buku yang berjejer rapi di rak perpustakaan sekolah atau pembelajaran di kelas semata. Medium hanya salah satu media dengan jutaan konten positif dari banyak media informasi yang patut dijadikan  sumber bacaan dan menulis digital.

Selamat Hari Pendidikan Nasional!

Image credit: medium.com

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here