Mahapatih Gajah Mada yang berambisi menyatukan Dwipantara (Nusantara) merupakan semangat lain yang kemudian menyulut Mas Gajah untuk menyebarkan dan mendekatkan buku-buku kepada masyarakat di Tasikmalaya Raya.

Seminggu sebelum keputusan, Rumpaka Percisa telah mengonfirmasi bantuan motor pustaka keliling dari Perpusnas RI untuk dipergunakan komunitas literasi yang lain. Rumpaka Percisa tetap diberi kepercayaan dalam keputusan akhir Perpustakaan Nasional RI untuk menerima bantuan motor pustaka tersebut. Bantuan motor pustaka keliling berplat merah dari Perpusnas RI, diterima Rumpaka Percisa, pada Rabu, 17/1/2018.

Dampak bantuan motor pustaka tersebut, Rumpaka Percisa merancang Gerakan Spiraliterasi Tasikmalaya Raya yang meliputi wilayah Kabupaten dan Kota Tasikmalaya. Beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan di titik-titik spiraliterasi Tasikmalaya Raya, yaitu bekerja sama dengan komunitas literasi/kreatif/tbm. Beberapa rencana agenda di antaranya, yaitu: Menyebarkan dan mendekatkan berbagai jenis buku ke setiap titik yang sangat membutuhkan. Setiap satu bulan sekali dirotasi, menyelenggarakan diskusi dengan para pegiatnya di titik-titik tersebut. Melaksanakan kegiatan bersama yang diwujudkan dengan karya kolaborasi; penerbitan buku/komik/puisi/cerpen/film pendek/video musik/album lagu, dan lainnya. Menyosialisasikan Program Panglima Tali Integritas atas kerja sama FTBM Indonesia dengan KPK.

Setelah berdiskusi dengan Yanuwar Effendi alias Mas Gajah, Rumpaka Percisa memutuskan kepercayaan kepada pegiat Sundawani tersebut untuk menjadi motor spiraliterasi Tasikmalaya Raya. Keputusan ini merupakan upaya transparansi bantuan yang bersifat kebermanfaatan publik. Tidak mudah menerima kepercayaan bantuan semacam ini. Pertimbangan lain keputusan ini karena hampir sebelas tahun, Mas Gajah telah bergerilya ke pelosok daerah Kabupaten dan Kota Tasikmalaya.

alt
Motor Pustaka Rumpaka

11 tahun 9 bulan 25 hari pada jam yang sama, aku memulai sebuah perjalanan baru di Tasikmalaya. Tembok besar jadi saksi bisu waktu itu. Terhenti di sebuah gang buntu yang menjadi jalan baru. Gerak tubuh ini dengan komando suara dan jiwa kehidupan. Berjalan dengan pahitnya sorakan-sorakan, tercengang, melotot dan gembira tanpa komando. Pahit sering aku jalani sampai dan hampir jiwa ini kan melayang dengan perjuangan.

Kami memercayainya karena memang telah mengunjungi daerah-daerah yang belum dikunjungi kami sebelumnya. Hal tersebut penting karena penyebaran dan mendekatkan buku kepada masyarakat dapat diterima siapa pun yang sangat membutuhkannya.

Tidak pernah terpikirkan sebelumnya bahwa memiliki kendaraan khusus sebagai alat bantu dalam penyebaran buku-buku. Bahkan, dapat dikatakan kesempatan terbuka atau menemukan potensi-potensi lain yang tumbuh di masyarakat. Barangkali, tahun ini merupakan saat yang tepat untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman agar buku lebih dekat dengan anak-anak. Melalui pendekatan kreativitas, seperti yang diujicobakan selama tujuh tahun lebih, paling tidak dapat bermain dengan kata-kata. Baik dari buku atau peristiwa yang beterbangan dalam keseharian seperti kupu-kupu di antara bunga-bunga.

Barangkali juga, hal ini sebuah isyarat agar gerakan tetap berjalan dengan beragam rupa. Isyarat itu tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Ya, hanya di wilayah paling dekat dengan tempat atau keberadaannya. Sekarang, kepercayaan lain telah diputuskan untuk bergerak lebih jauh secara teritorial. Tentu saja bukan untuk menginvasi, tetapi mencoba cara lain dengan mendekati.

Rumpaka Percisa bersama Mas Gajah yang sejak jauh-jauh hari telah sepakat untuk bekerja sama. Berbagi peran sebagaimana kapasitas yang dimiliki untuk bersama-sama menerjemahkan kepercayaan itu.

Sebelas hari sejak penerimaan bantuan motor pustaka telah menempuh berbagai kecamatan di Kabupaten dan Kota Tasikmalaya. Kecamatan-kecamatan yang telah ditempuh di wilayah kota, di antaranya: Kecamatan Mangkubumi, Kecamatan Tamansari, dan Kecamatan Tawang. Sedangkan kecamatan-kecamatan di kabupaten, di antaranya: Kecamatan Sariwangi, Kecamatan Cigalontang, dan Kecamatan Leuwisari.

Bergerilya spiraliterasi di wilayah Tasikmalaya Raya, motor pustaka membawa buku-buku dari KPK, The Asia Foundation, Perpusnas dan milik pribadi. Jenis buku tersebut beragam, mulai fiksi, nonfiksi, terapan, spiritual, dan lain sebagainya.

Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi: Presiden Joko Widodo, PP FTBM, Pustaka Bergerak, Kemdikbud RI, Perpusnas, komunitas/pegiat seluruh Indonesia, dan seluruh pihak yang telah memberi kepercayaan.

alt
Baca buku

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here