Satu hal yang harus terekam dalam sebuah foto adalah kemanusiaan seketika itu. — Robert Frank.

Permasalahan fotografi sejak dulu selalu tidak variatif, padahal banyak sekali yang harus digali di Tasikmalaya. Lambox Sinaga, seorang fotografer asal Tasikmalaya yang mengais nasib di Jakarta ialah sang inspirator yang menguatkan niatnya untuk memilih berkarya di balik lensa kamera. Melihat hasil foto-foto Lambox, menggerakkan hatinya untuk berkarya dengan senjata lensa kamera.

Berdasarkan pengalaman membantu pemotretan sebuah pernikahan hanya dibayar 50.000,- dalam sehari. Ia tidak merasa dibayar murah, tetapi dijadikan ruang belajarnya dalam menekuni hobi fotografi.

Seorang fotografer dari enam fotografer yang didaulat dalam mengabadikan tujuh band album kompilasi “Satu Frekuensi” ialah pendiri Provid Studio, Fiat Bagus Purnama. Menyukai dunia fotografi sejak 2007 yang kemudian bergabung dengan Komunitas Photography Tasikmalaya, pada tahun 2008. Berguru tidak selalu pada sosok seseorang, pada era digital seperti sekarang ini, google dan youtube sering menjadi sumber pengetahuan. Termasuk yang dilakukan Fiat dalam menggali kemampuan fotografi, ia mengkhataminya lewat jejaring internet.

Lelaki kelahiran 1984 yang telah memiliki dua anak ini, kemudian bertemu dengan Firman Ochim (Sukapura Project). Berbagai pengetahuan tentang fotografi pun semakin berkhazanah selama berdiskusi dengan teman-teman barunya. Ia masih ingat, mengkredit kamera sekitar akhir tahun 2008.

Bersamaan usaha warnet mulai sepi, akhirnya ia memutuskan untuk hidup dengan photografi sejak  2009 awal. Tidak peduli dengan bayaran besar atau kecil, ia ambil pekerjaan menjadi fotografer wedding, terpenting halal. Bekerja di balik lensa diputuskannya sebagai pekerjaan tetap pada tahun 2011. Amira Studio bekerja sama dengan orang lain berjalan selama 2 tahun. Sekarang, ia menjalani usaha sendiri dalam naungan Provid studio.

Passion sebenarnya, ia lebih menyukai photo documentrary yang ada di sekeliling hidupnya. Selama mengikuti kegiatan semacam Raamfest atau Sukapura Project telah digeluti sejak dulu. Bahkan, ia terlibat dalam acara “Tasikmalaya dalam Bingkai” dan pameran fotografi lainnya.

Konsep foto Supercharger yang menggubah lirik “Sebuah Tafsir” berawal ketika melihat Pak Mmelmi dalam kehidupan uniknya dengan nangkring di pinggir jalan. Pemotretan dilaksanakan saat pagi buta di daerah alun-alun dan Hazet sebagai gambaran Pak Mmelmi yang mulai ke luar rumah mulai shubuh.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.