YANG TAK AKAN PERNAH KUAJAK UCING SUMPUT

Aku senang main ucing sumput ketika kakiku masih sebesar telapak tangan. Mencari sudut-sudut sepi tak kasat mata. Di balik pohon, di belakang rumah, di pinggir sumur. Mengendap-endap penuh was-was sambil berdoa: aku tak akan tertangkap!

Aku masih senang ucing sumput ketika teman tidurku bukan lagi ibu. Melesapkan diri dari seseorang, kenangan, juga beberapa kebohongan. Sepanjang hidupku, kuhabiskan untuk ucing sumput, bahkan kata-kata ini kupakai kehadapanmu sebagai topeng yang tak kuizinkan untuk kau dedah.

Hari-hari kujadikan tameng agar tiada satu pun yang tahu bahwa aku bersembunyi dari diriku sendiri. Namun, Dia selalu dapat menemukanku di balik benda-benda, pada kata-kata yang racau, dalam hari-hari yang tak pernah selesai. Di hadapan-Nya, aku selalu ucing.

DI MANAKAH ALLAH?

Suatu ketika pada usia yang kesepuluh, aku bertanya kepada Apa Aki,
“Apa, di manakah Allah?”

Ia bilang, “Allah menetap di arrasyi yang megah,”
Kutanya, “Apakah Allah memang jauh?”

Ia menjawab, “Allah tidak jauh sebab Ia bersedia tinggal di dalam dada manusia. Namun manusia terlalu pongah, tak menyediakan ruang untuk Ia tinggali.”

 

MENCINTAI HENING

Seharusnya kau bisa mendengar Tuhan dalam embun yang ditinggalkan hujan di atas dedaun, sisa hujan semalam. Barangkali ia punya jawab atas doa-doa yang kau lantunkan malam tadi yang disertai rintik dan tangis, juga gerak jemari di atas papan handphonemu.

Jangan terlalu cepat menggerutu lalu berkoar, “Tuhan tulikah Engkau, tak kunjung membalas doaku,” sedang bagimu, berdoa harus mendapat suka, komentar, dan amin. Kau pikir, Tuhan tinggal di dalam timeline-mu?

Kau harusnya dapat mendengar Tuhan berbisik dari embun di atas dedaun sisa hujan semalam. Jika saja sedia kau tanggalkan ingar-bingar yang melucuti khusuk lafazmu pada-Nya. Jika saja sedia kau cari suara-Nya dibalik cahaya yang menggelantung di ujung pagi. Di sanalah bakal kau temukan doa-doa paling takzim yang dilafalkan sunyi Berkali-kali.

Tasikmalaya, 2018

Image cr: pinteres

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here