Tidak perlu terkejut jika berada di gang-gang perkotaan. Paling berputar-putar di tempat yang sama. Tersesat masih dapat bertanya pada siapa saja. Namun, berbeda jika berada di belantara hutan. Bertemu jalan cagak berarti ujian. Harus memilih jalan yang tepat agar tidak tersesat. Intuisi tidak cukup untuk memutuskan pilihan. Perlu kekuatan lain yang dapat meyakinkan bisikan hati. Misal, mengikuti deru pasukan air jatuh pada batu-batu. Bisa juga mengikuti langkah angin berlarian.

Hati-hati berjalan pada sebuah landai, bisa-bisa terjatuh dan selesai. Pilihan lain adalah mengikuti saran seseorang yang dididik dan dilatih sang guru rimba. Ia biasanya memiliki kemampuan memahami bahasa alam. Mungkin juga menebas ranting-ranting yang berpagutan antarpohon. Tengadahlah sejenak memandangi elang terbang yang mencari mangsa! Sebentar, binatang apa yang ia incar? Jika perlu tunggu saja hingga makhluk bersayap yang gagah itu menunaikan hajatnya. Mungkin ia bermaksud memberi petunjuk lain agar segerombolan anak muda yang tersesat tidak limbung.

Beranikan diri untuk menemukan jawaban hingga hulu. Pastikan apakah mata airnya keruh atau jernih? Resapi ketika suara-suara murni memantul-mantul dinding-dinding dan alas kaki curug. Sebuah pesan akan tiba segera, memang tidak dapat dipahami hanya dengan sebuah tebakan. Apalagi bertaruh dengan angka-angka yang sering diperebutkan tukang togel. Tidak pula dapat diduga seperti peramal. Meskipun merapal mantra dan komat-kamit dengan kalimat-kalimat mistik. Seluruh kejadian telah dipastikan, ia serupa keyakinan antara seseorang dengan kelangkangnya. Ini soal menumbuhkan kepercayaan pada apa pun yang tidak sama bahasa, laku, dan gerak-geriknya. Seluruh peristiwa tidak mungkin berbenturan begitu saja, pasti dapat diterima dan masuk akal. Jika matahari berwajah pelangi di antara cekikikkan bidadari, jangan berhenti di persimpangan, apalagi di tengah jalan!

Terkadang sebuah pencarian itu belum tentu hadir di sebuah puncak. Meskipun telah menempuh perjalanan jauh, berliuk, terjal, dan bertubrukan dengan duri-duri. Melewati jalan-jalan berlumut yang menghambat perjalanan lambat dan sering terjatuh. Terpeleset berkali-kali dan memulai dari awal lagi. Siapa pun tidak akan terpuaskan dengan pencarian-pencarian. Sebab rahasia hidup tidak berada di sebuah tempat yang ditunjukkan peta pikiran. Arah mata angin tidak sekadar diembuskan perasaan juga.

1 COMMENT

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here