Komik yang ditulis Vudu Abdul Rahman, Syswandi, dan digambar Leo Ruslan Aryandinata ini diterbitkan Slowork Publishing di Taipe Book Fair, pada 16 Februari 2016. Kebanggan yang tidak dapat diukur dengan angka lagi bahwa para pegiat komunitas Tasikmalaya dapat menceritakan kisah-kisah nyata selama membangun gerakan budaya, sosial, dan pendidikan antaranak yang berbeda kasta serta dapat belajar bersama di bawah langit Tasikmalaya yang sama.

Vudu yang biasa dipanggil Dude mendirikan komunitas Pers Cilik Cisalak (Percisa Kids) yang berproses kreatif di bidang jurnal-sastra anak, musik, komik strip, sosial, dan pendidikan. Panji seorang aktivis sosial yang mendirikan komunitas Saung Langit dan menampung anak-anak kurang beruntung. Mereka belajar bersama di sebuah saung yang didirikan di antara rumah kumuh dan gunungan sampah. Sedangkan Edi, seorang pegiat komunitas teater mengarahkan anak-anak yatim-piatu di SAI Home Schooling. Mereka belajar merasa dan melakukan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Tiga pegiat komunitas tersebut, menyatukan kegiatan belajar bersama antaranak yang berbeda kasta di bawah langit Tasikmalaya. Hal tersebut merupakan wujud keprihatinan mereka terhadap kondisi bangsa Indonesia yang mudah diadudomba dengan isu ras, suku, agama, dan perbedaan lainnya. Sedangkan prinsip pluralitas bangsa ini telah ditanamkan sejak ratusan tahun lalu dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika.

Anekdot dari anak-anak sederhana ini seperti film besutan sutradara Iran, Abbas Kiarostami yang mengagumkan . Tidak ada yang tragis atau dramatis, mereka hanya beberapa potongan dari kehidupan nyata, tapi hidup sederhana dan mimpi menjadi begitu jauh dan sangat langka di masyarakat kita.

Apakah anak-anak yang bermain video game sepanjang hari dapat membayangkan anak lainnya yang bahkan tidak memiliki kertas? Apakah anak-anak yang berpura-pura seorang putrid dapat memahami suatu nilai bola yang terbuat dari bagian sampah? Dan bagi mereka yang selalu ingin makan Mc Donald, mereka dapat memahami impian terbesar dari anak lain yang hanya makan ikan satu kali saja?

Mereka saling bertemu di bawah langit Tasikmalaya, mereka akan mengerti satu sama lain, dan membawa hal sederhana untuk dunia. (Terjemahan bebas oleh Vudu Abdul Rahman).

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here