Bumi sendiri yang menjadi saksi. Beberapa jam sebelum muntahan kata-kata, gelombang nada-nada, dan teriakan-teriakan menggetarkan sebuah lahan parkir lantai tiga. Lokasi yang biasa digunakan sebagai tempat singgah kendaraan diombang-ambing gerakan bumi. Berdasarkan sumber Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menganalisa gempa bumi tektonik berkekuatan 7,3 magnitudo di Tasikmalaya mengguncang sebagian wilayah Pulau Jawa (Sumber: Agie Permadi/Kompas.com). Lantai tersebut dikerumuni pemuda-pemudi yang mempersiapkan sebuah acara, Jumat (15/12/2017).

Sehari berikutnya ketika perasaan masyarakat masih was-was, anak-anak muda buncah melukis dinding kreativitas, Sabtu (16/12/2017). Bukan dinding ratapan di Yerussalem. Bukan pula antipati dengan isu yang menghantam saudara-saudara muslim di Palestine. Sebuah persembahan anak-anak muda, bahasa lain tentang cinta mereka pada rumput, batu, tanah, air, udara, dan celah. Gelombang elektromagnetik yang selama ini arbitrer mulai tertata sebagaimana retakkan intuisi bumi jiwa mereka.

Tidak perlu dianggap musuh, sebab mereka adalah peluru yang rela ditembakkan kapan saja. Biarkan mereka menembus target harapan dengan cara kerelaannya. Sebuah acara bertajuk “Raamfest” memercikkan spirit “urunan” dari berbagai komunitas Tasikmalaya sebelum detik-detik tahun 2017 berakhir.

Didukung pihak Asia Plaza yang telah memberikan izin untuk menggunakan area parkirnya. Selain peluncuran Buku Prosa “Kota Tujuh Stanza”, diisi juga dengan peluncuran album kompilasi “Satu Frekuensi”: – The Little Lizard – Hi – Supercharger – RIM – Tigerwork – Good People – The Melodrama. Peluncuran album yang diselingi teatrikal setiap band tampil tersebut memberi warna terhadap acara.

Tidak sedikit komunitas kreatif yang bergabung dalam acara: – Tembok Tasik – Type Tasik – Doodle Art Tasik – Sketsa Tasik – BMX Tasik – Ngopi di Tasik – Tasik Help Foundation – Galeri Jalanan – Umbrella City MC – RSBS – KSBK (Kelompok Studi Biodiversitas dan Konservasi) – Wildlife of Eastern Priangan – Tasik Berpuisi.

Sebuah acara yang berawal dari peluncuran karya multiliterasi dalam bentuk video puisi bertajuk “Sampurasun”. Memantik acara jawaban dalam perhelatan mahakarya dari Tasikmalaya untuk dunia.

alt
Foto dari @tilemoto

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.