Tasikmalaya, 18 Februari 2018

Maafkan aku, Pak, sesore ini baru sempat menulis surat. Seharian tadi, aku sibuk sekali sebab mengerjakan pekerjaan rumah sendirian. Kelelahan itu membuatku sadar bahwa pekerjaan ibu rumah tangga beneran berat! Orang-orang  yang memandang rendah profesi itu harus diiburumahtanggakan sekali waktu. Biar apa? Biar tahu bahwa tak ada profesi yang rendah selama dilakukan dengan ikhlas dan di jalan yang lurus.

Pak, sejak tadi malam sampai pagi tadi, rumah kita sepi sekali. Aku hanya berdua dengan Dilah, tiduran di depan televisi. Si Babeh baru datang sekitar pukul 22.00 WIB dan bawa nasi goreng. Jadilah kami bertiga makan nasgor bersama-sama lalu pergi tidur.

Dimas dan Dika entah ke mana. Mungkin nongkrong sebab malam minggu. Mereka tidak pulang ke rumah. Kayaknya tidur di rumah kawan. Anak-anak itu sudah remaja, Pak. Padahal dulu masih jadi bocah yang suka pergi ke sawah bersama kita. Waktu cepat sekali berlalu.

Emak dan Mimom juga tidak tidur di rumah. Mereka pergi sejak magrib bersama anak pertama Bapak dan suaminya. Katanya mau ke Dokter Jaka.

Bapak tahu tidak? Emak sudah lama sakit. Dia tidak pernah pergi ke mana pun kecuali sampai teras rumah. Akhir-akhir ini, jempol kakinya bengkak. Itu membuat kami khawatir. Karena itulah Mimom dan anak pertama Bapak juga suaminya membawa Emak ke dokter. Atas saran dokter yang terhormat, Emak harus tidur di tempat tidur Bapak ketika meninggalkan kami. Iya, di sana. Di tempat yang sama waktu terkahir kali Bapak mengucapkan syahadat.

Doakan Emak lekas sembuh, ya, Pak. Kalau Bapak ingin ketemu, jangan sekarang-sekarang, ya. Biarlah Bapak rindu dulu. Bapak akan kuat karena mirip Dilan bahkan lebih.

Sekian surat yang ingin aku sampaikan. Sudah duluya, Pak. Aku mau yoga. Hehe.

Salam Cinta,

Lupy Agustina Dewi

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here